Biografi Ricardo Kaka Pemain Bola Berbakat Braisileiro

Biografi Ricardo Kaka – Mendengar nama Ricardo Kaka, anda pasti akan langsung teringat pada talenta hebat dari pesepakbola professional berkelas dunia. Dan memang begitulah adanya. Penampilan Ricardo Kaka memang memukai baik kawan maupun lawan, terlebih kaum hawa yang memuji-muji kegantengannya.

Memiliki talenta yang luar biasa membuatnya pada tahun 2007 meraih penghargaan Ballon d’or yang merupakan dia pemain bola terakhir yang berhasil meraih penghargaan tersebut sebelum era Ballon d’or dikuasai oleh hanya oleh dua orang pemain saja, yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Ricardo Kaka lahir di Gama, FD, Brazil pada tanggal 22 April 1982. Brazil sudah lama dikenal sebagai negara yang sering mencetak pemain-pemain berbakat salah satunya Kaka.

Kaka lahir dari pernikahan antara Simone Cristina dos Santos Leite dengan Bosco Izecsomn Pereira Leite. Kaka juga memiliki adik laki-laki yang bernama Rodrigo.

Karier Sepak Bola Kaka

Sepanjang kariernya dalam bermain sepak bola, ada hal-hal yang seru yang menemani perjalanan Ricardo Kaka hingga dia menjadi pemain bola terbaik pada tahun 2007 sampai dia pensiun pada tahun 2017 lalu.

Kaka sudah memulai karier sepak bolanya ketika menginjak usia 8 tahun dengan bermain untuk sebuah klub lokal di Brazil.

Saat usia 15 tahun, Kaka menandatangi kontrak bersama São Paulo, namun pada saat itu ia hanya bermain untuk tim junior São Paulo.

Pada tahun 2001 tepat saat Kaka berusia 18 tahun, ia sudah menjadi bagian utama di São Paulo FC. Pada musim pertamanya ia berhasil membuat 12 gol dalam 27 pertandingan.

Ricardo Kaka melakukan debut internasionalnya membela timnas Brazil pada tahun 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Kaka juga merupakan bagian Brazil pada Piala Dunia 2002 yang juga pada tahun tersebut Brazil berhasil menjadi juara Piala Dunia 2002.

Kaka dianggap sebagai salah satu pemain bola terbaik dari Brazil. Kaka mencetak gol perdananya untuk tim nasional pada Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia.

Permainan Ricardo Kaka yang begitu bagus menarik beberapa klub-klub besar Eropa pada saat itu salah satunya AC Milan yang berminat untuk membawa Kaka ke Sansiro.

Pada tahun 2003 Ricardo Kaka bergabung dengan AC Milan, hanya perlu waktu sebulan untuk membuat Kaka masuk kedalam tim utama di AC Milan.

Pada tahun pertamanya berseragam AC Milan, Kaka bersama dengan semua pemain AC Milan berhasil memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.

Pada musim 2005-2006, Kaka berhasil mencetak hat-trick pertamanya di dunia sepakbola ke Gawang Chievo Verona.

Pada tahun 2007, Ricardo Kaka bersama dengan AC Milan berhasil memenangkan pertandingan Final Liga Champions dengan mengalahkan Liverpool di Final dengan skor 2-1.

Pada tanggal 30 Agustus 2007, Kaka disebut oleh UEFA sebagai tio forward dari Liga Champions musim 2006-2007 dan UEFA Club Player of the Year.

Tidak hanya itu, pada tanggal 5 Oktober 2007 Kaka dinobatkan sebagai FIFPro World Player of the Year. Pada tanggal 2 Desember 2007, Kaka terpilih menjadi pemain terbaik dengan memenangkan Ballon d’Or.

Tahun 2007 merupakan tahun terbaik Kaka menurut saya, dengan begitu banyak penghargaan yang ia dapatkan.

Kontribusinya yang sangat besar untuk AC Milan, membuat beberapa klub-klub besar Eropa tertarik untuk memboyongnya dari San Siro, seperti Real Madrid maupun Manchester City.

Pada tanggal 13 Januari 2009, Manchester City mengajukan tawaran untuk Kaka. Kaka menanggapi tawaran tersebut dan bilang kepada para wartawan bahwa ia ingin menjadi tua di Milan dan juga bermimpi untuk menjadi kapten pada AC Milan.

Tetapi, Kaka juga berkata “Jika Milan ingin menjual saya, saya akan duduk dan berbicara, saya dapat mengatakan bahwa selama klub tidak ingin menjualk saya, saya pasti akan tinggal.”

Kaka Berseragam Real Madrid

Pada tanggal 8 Juni 2009, Ricardo Kaka resmi berseragam Real Madrid dengan kontrak 6 tahun. BErsama Real Madrid, Kaka memulai debut awalnya di liga pada tanggal 29 Agustus 2009 melawan Deportivo La Coruna dengan kemenangan 3-2.

Kontribusinya bersama Real Madrid tidak lebih baik ketika Kaka membela AC Milan.

Bersama Real Madrid, Kaka tidak tampil dengan sempurna jika dibandingkan dengan performanya saat membela AC Milan. Di Madrid pun Kaka juga sering mengalami cedera sehingga hal itu semakin memperburuk perofromanya bersama Madrid.

Performanya yang tidak maksimal bersama Real Madrid akhirnya membuat Kaka kembali ke Milan pada tanggal 2 September 2013 dengan masa kontrak selama 2 tahun.

Setelah masa kontraknya habis, Kaka memutuskan untuk bermail dengan salah satu klub Amerika di Liga MLS, yaitu Orlando City sebagai gelandang serang.

Prestasi Ricardo Kaka

Berbagai penghargaan dalam tim maupun individu pernah diraih oleh Kaka, berikut ini beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Kaka baik individu maupun tim.

Prestasi Individu

  • Bola de Ouro tahun 2002
  • UEFA Club Football Awards tahun 2004-2005
  • Pencetak Gol Terbanyak Liga Champions tahun 2006-2007
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA tahun 2006-2007
  • Ballon d’Or tahun 2007
  • Pemain Terbaik Konfederasi FIFA 2009

Prestasi Pada Klub

  • Piala Super Eropa tahun 2003
  • Seri A tahun 2004
  • Piala Super Italia tahun 2004
  • Piala Liga Champions tahun 2006-2007
  • Piala Dunia Antarklub tahun 2007
  • Copa Del Rey tahun 2010-2011
  • La Liga tahun 2011-2012

Prestasi Bersama Tim Nasional

  • Piala Dunia tahun 2002
  • Piala Konfederasi tahun 2005
  • Piala Konfederasi tahun 2009

Kehidupan Keluarga Ricardo Kaka

Pada 23 Desember 2005, Kaka menikah dengan Caroline Celico di Gereja. Selain dikenal sebagai pemain bola yang berbakat. kaka juga dikenal sebagai seorang penganut kristen yang taat.

Tiap kali Kaka mencetak sebuah gol, ia pasti menunjuk dengan jarinya menuju langit, itu Kaka lakukan sebagai tanda terima kasihnya kepada Tuhan.

Ricardo Kaka Memainkan Laga Terakhirnya Bersama Orlando City

Dilihat dari akun Instagram resmi milk Kaka.

“Saatnya sekarang mengucapkan selamat tinggal. Tetapi, hati ini penuh dengan rasa kebahagiaan dan kegembiraan, bangga dan merasa terhormat untuk bisa mengakhiri siklus kemenangan lainnya. Minggu saya akan memainkan pertandingan resmi terakhir saya dengan Orlando City.”

Pensiun pada usia 35 tahun dengan alasan merasa tubuhnya tidak lagi muda dan kerap merasa sakit di beberapa bagian tubuh ketika bertanding.

Ricardo Kaka juga mengindikasikan bakal meneruskan perjalanan hidupnya sebagi seorang pelatih.

Salah satu pemain bola favorit saya. Dalam kariernya ada 1 gol yang tidak akan pernah saya lupakan, saat Kaka mencetak sebuah gol ke gawang Manchester United setelah mengelabui 2 pemain bertahan dari MU.

Kaka menjadi legenda dalam dunia sepak bola yang akan diingat sepanjang masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *